Cuti....Hooray....
Itulah yg bakal aku dengar
Namun, sejak Dis 2008, kulupakan cuti itu...
Demi sebuah lembaran baru
Menjadi pelajar seperti dulu
bertatih-tatih
berpimpin-pimpin..
Tapi....
Bagi puteri-puteriku...
Seperti penjara menanti
Seperti juga tiada mentari
Kutinggalkan mereka dengan suami
Senja kupulang sejak subuh ku pergi....
Kasihan....
Namun selau ku pujuk anak-anak
Bukan mudah mendapat hak
Apalagi tempat untuk duduk belajar
Jika tiada jalan yg sukar...
Panjang....masa terpaksa dilalui
Pedih....apabila terpaksa menanti
Pasti....anak-anak sakit hati
Terpaksa...kutelan semua ini...
Suamiku sayang,
Kesabaranmu menjaga amanah Tuhan
Kebenaranmu untuk aku teruskan perjuangan
Menyambung pelajaran yang bererti suamiku harus berkorban
Dan terus berkorban demi masa depan
Biarpun kita tidak tahu apakah yang bakal berlaku nanti
Yang pasti perancangan perlu
Usaha juga perlu
Apatah lagi tawakal kepadaMu...
Alhamdulillah...aku masih mampu meneruskan perjuangan ini
Biarpun penamatnya sudah menanti pada Disember 2012 nanti
Sudah pun menghampiri
Semoga perjalananku dan penantian anak-anakku berakhir dengan wangi kasturi
Memenuhi semua mimpi
Cita-cita dan hasrat hati....
Anak-anakku...
Biar bondamu meneruskan peperangan ini dengan tenang,
Biar ayahandamu menyambung tugas bonda di istana kita,
Biar semua isi desa tahu pengorbanan ahli keluarga,
Biar kita menelan pahitnya juga manisnya penantian yang panjang selama ini.
Terima kasih.....
Suamiku tersayang,
Puteri-puteriku yg terbilang
Dan puteraku yang seorang.
Terima kasih semuanya......
Inilah keluargaku, sumber inspirasiku....